Senin, 18 November 2013

Pemrograman Web Lanjut - 2

1.1  Register Global On vs Register Global Off

Pada awal perkembangannya, secara default register global di set On dengan  tujuan untuk  memberi  kemudahan pengguna dalam mempelajari PHP, sehingga pengguna dapat mengambil / memanggil variable cukup dengan menyebutkan nama variabelnya, tidak peduli apakah variable tersebut  berasal dari GET, POST, COOKIE, atau SESSION. Contoh skrip berikut :
Contoh penggunaan register global on : 
File : globalon.php

<?php
echo "<form method=GET action=globalon.php>
Isikan Nama Anda : <input type=text name='nama'>
<input type=submit name=oke value=kirim></form>";
if ($oke){
echo "Nama Anda Adalah : <b>$nama</b>";
}
?>

Ketentuan :
Jadi kalau kita menggunakan setting register global = ON, maka untuk mengambil data variable  cukup menuliskan variable formnya saja tanpa perlu tahu berasal dari mana variable tersebut.  Kelemahannya : misalkan script ini dijalankan di server di mana register global = OFF, maka script itu tidak akan berjalan.

Output :

Namun sejak versi PHP 4.3.X ke atas, maka default nilai register global = Off, sehingga apabila skrip globalon.php dijalankan, maka tidak akan menghasilkan apa-apa. Sehingga agar skripnya dapat  berjalan pada register globals = Off, maka  perlu disesuaikan variabelnya menjadi seperti berikut ini :
Contoh penggunaan register global off : 
File : globalon.php

<?php
echo "<form method=GET action=globalon.php>
Isikan Nama Anda : <input type=text name='nama'>
<input type=submit name=oke value=kirim></form>";
if (isset($_GET['oke'])){
echo "Nama Anda Adalah : <b>$_GET[nama]</b>";
}
?>

Output : 

Tips :
- Perhatikan sumber dari variable, apabila menggunakan method/parameter POST, maka pemanggilan variabelnya : $_POST['nama_variabel'].

 -  Apabila sumber dari variable diambil dari variable yang dibawa Address bar, misalnya : http://localhost/modul/globalon.php?nama=Amikom, maka penulisan variabelnya : $_GET ['nama_variabel']. 

- Sintaks variable seperti $_ENV, $_GET, $_POST, $_COOKIE, $_SESSION, $_FILES dan $_SERVER juga sering disebut dengan superglobal atau autoglobal, artinya variable tersebut dapat berjalan dimanapun, tidak peduli apakah register globalnya On atau Off.

1.2  Variabel PHP 

Variabel adalah sebuah tempat di memori untuk menyimpan data yang nilainya dapat berubah-ubah  selama program dijalankan. Penulisan variabel didalam pemrograman PHP, ada aturan tertentu yang harus kita ketahui, diantaranya :
1.  Variabel dimulai dengan tanda dollar ( $ ). 
2.  Harus dimulai dengan huruf atau underscore ( _ ). 
3.  Tidak boleh mengandung spasi
4.  Case sensitive atau huruf besar dan huruf kecil berbeda.
5.  Karakter pertama setelah simbol dollar, tidak boleh menggunakan angka (harus huruf)
6.  Setelah simbol dollar dan huruf, maka karakter selanjutnya boleh menggunakan angka

Contoh penulisan variabel :
 

Contoh penggunaan variabel : 
File : lat01.php

<html>
<head>
  <title>Menggunakan Variabel</title>
<head>
<body>
  <?php
    $kampus ="STMIK AMIKOM Yogyakarta";
    echo "Kampus Terpadu : $kampus";
  ?>
</body>
</html>

Contoh variabel yang bernilai dinamis :
File : lat02.php 

<html>
<head>
  <title>Menggunakan Variabel Dinamis </title>
<head>
<body>
   <form action="lat02.php" method="post">
      Masukkan Nama Anda = <input type="text" name="nama" /><br>
      <input type="submit" name="submit" value="simpan" />
   </form>
   <?php
     If(isset($_POST['sumbit'])){
     echo "Nama Anda : $_POST[nama]";
     }
   ?>
</body>
</html>

1.3  Konstanta

Konstanta adalah variabel yang nilainya tetap. Konstanta hanya diberi nilai pada awal program dan  nilainya tidak pernah berubah  selama program berjalan. PHP telah mendefinisikan beberapa  konstanta, misalnya : PHP_VERSION, yaitu konstanta yang memberikan informasi tentang versi  PHP  yang  digunakan. Selain konstanta yang telah disediakan oleh PHP kita juga dapat membuat konstanta sendiri. Aturan penulisan konstanta adalah sebagai berikut :

define (“nama_konstanta”,”nilai_konstanta”) 

Contoh penggunaan konstanta :
File : lat03.php

<html>
<head>
  <title>Menggunakan konstanta</title>
<head>
<body>
  <?php
  define("KAMPUS", "STMIK AMIKOM YOGYAKARTA");
  define("SLOGAN", "TEMPAT KULIAH ORANG BERDASI");
  print "KAMPUS : ".KAMPUS;
  echo "<br>SLOGAN : ".SLOGAN;
  ?>
</body>
</html>

1.4  Tipe Data di PHP

Pada PHP, tipe data variabel tidak didefinisikan oleh programmer, akan tetapi secara otomatis ditentukan oleh intepreter PHP. PHP memiliki 5 tipe data diantaranya :
1.  Integer (bilangan bulat)
2.  Floating Point (bilangan pecahan atau desimal)
3.  String (ditandai dengan adanya penggunaan tanda petik tunggal atau ganda)
4.  Array (mengandung data dalam satu variabel index)
5.  Object (ber-paradigma kepada object)

Contoh penulisan tipe data :


Contoh penggunaan tipe data :
File : lat04.php

<?php 
$nim = "09.12.3508"; 
$nama = "M.Rezza Ardava"; 
$umur = 21; 
$nilai = 90.25; 
$status = TRUE;  
echo "NIM  : " .$nim. "<br>"; 
echo "Nama : $nama<br>"; 
print "Umur : " .$umur; 
print "<br>"; 
printf ("Nilai : %.3f<br>", $nilai); 
if ($status)  
echo "Status : Aktif"; 
else  
echo "Status : Tidak Aktif"; 
?>

1.5  Operator dan Aritmetika 

Operator adalah simbol yang digunakan untuk memanipulasi data, seperti penambahan, pengurangan, perkalian, perbandingan, atau penugasan. Operator dapat dikelompokkan dalam 4 kategori, yaitu :
1.  Operator Aritmetika adalah operator yang berhubungan dengan fungsi matematika.
2.  Operator Logika adalah operator yang membandingkan TRUE dan FALSE.
3.  Operator Bitwise adalah operator yang membandingkan binary.
4.  Ada  juga  operator  yang  sering  digunakan  namun  tidak  termasuk  dalam  kelompok  di atas, kita dapat mempelajarinya dalam kelompok lain.

Contoh penulisan Operator :


Jenis Operator
Operator
Contoh
Keterangan
Aritmatika
+
$a + $b
Pertambahan
-
$a - $b
Pengurangan
*
$a * $b
Perkalian
/
$a / $b
Pembagian
%
$a % $b
Modulus, sisa pembagian
Penugasan
=
$a = 7;
$a diisi dengan 4
Bitwise
&
$a & $b
Bitwise AND
|
$a | $b
Bitwise OR
^
$a ^ $b
Bitwise XOR (Exclusive OR)
~
$a ~ $b
Bitwise NOT
<< 
$a << $b
Pergeseran bit ke kiri
>> 
$a >> $b
Pergeseran bit ke kanan
Perbandingan
==
$a == $b
Sama dengan
===
$a === $b
Identik
!=
$a != $b
Tidak sama dengan
<> 
$a <> $b
Tidak sama dengan
!==
$a !== $b
Tidak identik
$a < $b
Kurang dari
$a > $b
Lebih dari
<=
$a <= $b
Kurang dari sama dengan
>=
$a >= $b
Lebih dari sama dengan
Logika
and
$a and $b
TRUE jika $a dan $b TRUE
&&
$a && $b
TRUE jika $a dan $b TRUE
or
$a or $b
TRUE jika $a atau $b TRUE
||
$a || $b
TRUE jika $a dan/atau $b TRUE
xor
$a xor $b
TRUE  jika  $a  atau  $b  TRUE,  tapi
tidak keduanya
!
!$a 
TRUE jika $a FALSE
String
.
$a . $b
Penggabungan string $a dan $b

Contoh penggunaan operator :
File : lat05.php

<?php
$angka1 = 12;
$angka2 = 3;

$tambah = $angka1 + $angka2;
$kurang = $angka1 - $angka2;
$perkalian = $angka1 * $angka2;
$bagi = $angka1 / $angka2;
$modulus = $angka1 % $angka2;

echo "<h2>Perhitungan Aritmetika</h2>";

echo "$angka1 + $angka2 = $tambah";
echo "<br>$angka1 - $angka2 = $kurang";
echo "<br>$angka1 * $angka2 = $perkalian";
echo "<br>$angka1 / $angka2 = $bagi";
echo "<br>$angka1 % $angka2 = $modulus";
?>

Output dari lat05.php :


1.6  Parameter (POST dan GET)

PHP memiliki 2 macam method yang bisa digunakan untuk mengirim data dari client (browser) ke  server, yaitu POST  dan  GET. Method POST digunakan untuk mengumpulkan nilai variabel dari sebuah form yang dikirimkan menggunakan metode POST. Contoh penggunaan parameter method POST :
File : lat06.php

<html>
<head>
  <title> Form Input </title>
</head>
<body>

<form method="POST" action="lat07.php">
Nama : <input type="text" name="nama"> <br>
Email : <input type="text" name="email"> <br>
Pesan : <textarea name="pesan"></textarea>  <br>
<input type="submit" value="Submit">
</form>

</body>
</html>

File : lat07.php

<?php
$nama = $_POST['nama'];
$email = $_POST['email'];
$pesan = $_POST['pesan'];

echo "Nama : <b>$nama</b> <br>";
echo "E-mail : <b>$email</b> <br>";
echo "Pesan : <b>$pesan</b> <br>";
?>

Method GET adalah sebuah fungsi yang digunakan untuk mengumpulkan nilai dari sebuah form  yang dikirimkan menggunakan metode GET. Informasi yang di kirimkan dari sebuah form menggunakan metode GET dapat di lihat semua orang, maksudnya adalah nilai dari form tersebut dapat terlihat dengan jelas pada jendela Address Bar pada browser. Metode GET tidak  cocok  untuk  nilai  variabel  yang  sangat  besar  dan  tidak  bisa  menyimpan  variabel nilainya  lebih  dari  2000  karakter.  Untuk  melihat  perbedaanya,  pada  lat06.php  dan  lat07.php semua method=”POST” menjadi method=”GET”.

0 komentar:

Posting Komentar