Rabu, 20 November 2013

Pemrograman Web Lanjut - 3

1.1  Struktur Kendali

Struktur kendali merupakan pengatur aliran program, mempunyai rangkaian perintah yang harus ditulis untuk memenuhi beberapa keadaan, yaitu :  
  • Mengulang suatu perintah jika terpenuhi suatu kondisi.  
  • Melanjutkan sebuah pernyataan bila kondisi terpenuhi.  
  • Memilih sebuah pilihan dari beberapa alternatif bila kondisi terpenuhi. 
Struktur kendali dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu struktur kendali percabangan (pengambilan keputusan) dan struktur kendali pengulangan (looping).

1.2  Struktur Kendali Percabangan

Struktur kendali percabangan (pengambilan keputusan) struktur kendali yang berfungsi untuk  melakukan pemilihan atas perintah yang akan  dijalankan  sesuai  dengan kondisi tertentu. Ada empat perintah percabangan dalam PHP, yaitu  if, if..else, if..elseif, dan switch.

1.2.1 Perintah IF
Perintah  if digunakan untuk menjalankan satu atau lebih perintah berdasarkan suatu kondisi. Sintaks penulisan perintah if adalah sebagai berikut : 
if (kondisi) 

   pernyataan yang akan dijalankan apabila kondisi benar 
}

Pada bentuk ini, bagian pernyataan akan dijalankan hanya kalau bagian kondisi bernilai benar. Contoh penggunaan struktur kendali if  :
File : if.php

<html>
<head>
  <title>Struktur Kendali IF</title>
</head>
<body>
  <?php
  $nilai = 90;
  if($nilai >= 60) 
  {
    echo "Nilai Anda $nilai, Anda Lulus";
  }
  ?>
</body>
</html>

Penjelasannya :
Pada program diatas, terdapat pemeriksaan kondisi apakah isi variabel $nilai lebih dari sama dengan 60. Jika kondisi ini bernilai TRUE (variabel $nilai lebih dari sama dengan 60) maka perintah  echo  “Nilai Anda $nilai, Anda Lulus” akan di jalankan. Sebaliknya jika kondisinya FALSE maka perintah tersebut tidak dijalankan.

1.2.2 Perintah IF - ELSE

Perintah if...else digunakan untuk memilih salah satu pernyataan berdasarkan suatu kondisi. Perintah ini akan menjalankan pernyataan tertentu bila kondisi bernilai benar dan akan  menjalankan  pernyataan  yang    lain  jika  kondisi  bernilai  salah.  Sintaks  penulisannya adalah sebagai berikut :
if (kondisi) 

     pernyataan_1 

else 

     pernyataan_2 


Pada bentuk ini pernyataan_1 dijalankan kalau kalau kondisi bernilai benar, dan pernyataan_2  dijalankan apablila  kondisi  bernilai salah. Contoh penggunaan struktur kendali if...else :
File : ifelse.php

<html>
<head>
  <title>Struktur Kendali IF..ELSE</title>
</head>
<body>
  <?php
  $nilai = 40;
  if($nilai >= 60) {
  echo "Nilai Anda $nilai, Anda LULUS";
  }
  else {
  echo "Nilai Anda $nilai, Anda GAGAL";
  }
  ?>
</body>
</html>

1.2.3 Perintah IF - ELSEIF
 
Perintah if...elseif digunakan untuk menjalankan suatu pernyataan dengan melibatkan lebih dari satu kondisi. Sintaks penulisannya sebagai berikut : 

if (kondisi_1) 

     pernyataan_1 

elseif (kondisi_2) 

     pernyataan_2 

else 

     pernyataan_3 
}

Pada bentuk ini pernyataan_1 dijalankan kalau kondisi_1 bernilai benar, dan pernyataan_2 dijalankan apabila  kondisi_2 bernilai benar. Sedangkan pernyataan_3 akan dijalankan apabila kondisi_1 dan kondisi_2 bernilai salah. Contoh penggunaan struktur kendali if...elseif :
File : ifelseif.php

<html>
<head>
  <title>Struktur Kendali IF..ELSEIF</title>
</head>
<body>
  <?php 
    $jurusan = "SI";
    if ($jurusan == "KA") 
    { 
      echo "Komputerisasi akuntansi"; 
    } 
    elseif ($jurusan == "MI") 
    { 
      echo "Manajemen Informatika"; 
    } 
    elseif ($jurusan == "SI") 
    { 
      echo "Sistem Informasi"; 
    } 
   elseif ($jurusan == "TI") 
    { 
      echo "Teknik Informatika"; 
    } 
    else 
    { 
      echo "Jurusan $jurusan tidak terdaftar"; 
    } 
  ?>
  
</body>
</html>

1.2.4 Perintah Switch 

Perintah  switch  digunakan sebagai alternatif pengganti dari perintah  if...elseif. Dengan perintah ini program percabangan akan lebih mudah dibuat dan dipelajari. Sintaks penulisan perintah switch adalah sebagai berikut : 

switch (kondisi) 

     case konstanta_1: 
          pernyataan_1; 
     break; 
     case konstanta_2: 
          pernyataan_2; 
     break; 
     default: 
          pernyataan_3; 
}

Perintah switch akan  menyeleksi kondisi yang diberikan dan membandingkan hasilnya dengan  konstanta-konstanta  yang berada pada case. Pembandingan akan dimulai dari konstanta_1  sampai  konstanta terakhir. Jika  hasil dari kondisi sama dengan nilai konstanta  tertentu,  maka  pernyataan  pada  konstanta  tersebut  akan  dijalankan  sampai ditemukan  pernyataan  break.  Jika  hasil  dari  kondisi  tidak  ada  yang  sama  dengan  konstanta-konstanta yang diberikan, maka pernyataan pada default yang akan dijalankan. Contoh penggunaan struktur kendali switch :
File : switch.php
  
 <?php
    $jurusan = "SI";
    switch($jurusan)
    {
    case "KA":
       echo "$jurusan = Komputerisasi akuntansi";
       break;
    case "MI":
       echo "$jurusan = Manajemen Informatika";
       break;
    case "SI":
       echo "$jurusan = Sistem Informasi";
       break;
    case "TI":
       echo "$jurusan = Teknik Informatika";
       break;
    default:
       echo "$jurusan tidak terdaftar";
    }
 ?>

1.3  Struktur Kendali Perulangan 

Struktur kendali pengulangan digunakan untuk mengulang suatu perintah sebanyak yang diinginkan. Contohnya : menampilkan nomor bilangan 1 s/d 10. Kalau kita menuliskan secara manual, maka sangat tidak efesien apalagi jika kita ingin menampilkan bilangan 1 s/d 1000. Ada beberapa perintah pengulangan yang dapat digunakan, diantaranya : For, While, Do ... While, dan Foreach.

1.3.1 Perintah For

Perintah for digunakan untuk mengulangi suatu perintah dengan jumlah pengulangan yang sudah  diketahui.  Pada  perintah  ini    tidak  perlu  menuliskan  suatu  kondisi  untuk  diuji. Kita  hanya  perlu  menuliskan  nilai    awal  dan  akhir  variabel  penghitung.  Nilai  variabel penghitung  akan  secara  otomatis  bertambah  atau  berkurang  tiap  kali  sebuah  pengulangan dilaksanakan. Sintaks penulisan perintah for adalah sebagai berikut :

for ( nilai_awal; nilai_akhir; penambahan / pengurangan ) 

     pernyataan yang dijalankan 


Contoh struktur pengulangan dengan for  :
File : for1.php

<html> 
<head> 
   <title>Struktur pengulangan dengan FOR</title> 
</head> 
<body> 
  <?php 
    for($x=1;$x<=100;$x++)
  {
    echo "Angka $x<br>";
  }
  ?> 
</body> 
</html>              
    
File : for2.php

<html> 
<head> 
   <title>Struktur pengulangan dengan FOR</title> 
</head> 
<body> 
  <?php 
    for($x=100;$x>=1;$x--)
  {
    echo "Angka $x<br>";
  }
  ?> 
</body> 
</html>
File : for3.php

<html> 
<head> 
    <title>Struktur pengulangan dengan FOR</title> 
</head> 
<body> 
  <?php 
    for($r=1; $r<=10; $r++) 
    { 
         for($s=1; $s<$r; $s++)
      {
       echo "$s";
       //echo "*";
      } 
    echo "<br>";
    }
  ?> 
</body> 
</html>

Catatan Penting!
Pada  perulangan  for  ada  operator  perbandingan,  jika  pada  pengulangan  increment atau menaik bentuk operatornya adalah '<=', namun dalam pengulangan decrement atau menurun  bentuk  operatornya  adalah  '>=',  apabila  peraturan  ini  tidak  dipatuhi  maka  hasilnya adalah error.  

1.3.2 Perintah While 

Perintah while digunakan untuk mengulangi suatu perintah sampai jumlah yang belum bisa ditentukan. Pengulangan akan terus berjalan selama kondisi masih bernilai benar. Sintaks penulisan perintah while adalah sebagai berikut : 

while (kondisi) 

     pernyataan yang akan dijalankan 


Contoh struktur pengulangan dengan while  :
File : while.php

<html> 
<head> 
   <title>Struktur pengulangan dengan WHILE</title> 
</head> 
<body> 
  <?php 
    $i=1; 
    while ($i <= 6) 
    { 
      echo "<h$i>Ini adalah contoh heading $i</h$i>"; 
      $i++; 
    } 
  ?> 
</body> 
</html>
                                   
1.3.3 Perintah Do . . . While 

Perintah   do...while,  proses  pengulangan  akan  terus  dikerjakan  jika  kondisi  yang diperiksa  di  while  masih  bernilai  benar.  Proses  pengulangan  akan  dihentikan  jika  kondisi sudah bernilai salah. Sintaks penulisannya sebagai berikut : 

do 

   pernyataan yang dijalankan 

while (kondisi);

Perbedaan antara perintah while dengan do...while adalah terletak dari kondisi yang diperiksa. Pada perintah while, kondisi  yang diperiksa terletak di awal perulangan, sehingga sebelum masuk  ke dalam perulangan while  kondisi harus bernilai benar. Sedangkan pada perintah do...while, kondisi diperiksa di akhir perulangan. Ini berarti bahwa paling  sedikit  sebuah  perulangan  akan  dilakukan  oleh  perintah  do...while,  karena  untuk masuk ke perulangan tidak ada kondisi yang harus dipenuhi. Contoh struktur pengulangan dengan do...while :
File : dowhile.php

<html> 
<head> 
   <title>Struktur pengulangan dengan do...while</title> 
</head> 
<body> 
  <?php 
    $i = 1; 
    do 
    { 
      echo "Ini juga pengulangan yang ke-$i<br>"; 
      $i++; 
    } 
    while ($i <= 6); 
 
    $j = 5; 
    do 
    { 
      echo "<br>Perulangan ini kondisinya tidak terpenuhi<br>"; 
      $j++; 
    } 
    while($j <= 3); 
  ?> 
</body> 
</html>
                                   
1.3.4 Perintah Foreach 

Perintah foreach merupakan sebuah perulangan pada variabel bertipe array. Sintaks penulisan foreach sebagai berikut : 

foreach (variabel array as variabel lain) 

   pernyataan yang dijalankan 
} 

Contoh struktur pengulangan dengan foreach :
File : foreach.php                                   

<html> 
<head> 
  <title>Struktur pengulangan dengan foreach</title> 
</head> 
<body> 
  <?php 
    $a = array("Cirebon","Jakarta","Bandung","Yogyakarta");
  foreach ($a as $data)
  {
    echo "$data <br>";
  }
  ?> 
</body> 
</html>

0 komentar:

Posting Komentar