1.1 Web Statis dan Web Dinamis
Web Statis merupakan jenis Website yang mana penggunanya tidak bisa merubah kontent dari Web tersebut secara langsung menggunakan Browser. Interaksi yang terjadi antara pengguna (client) dan server hanyalah seputar pemrosesan link saja. Jenis Web seperti ini menggunakan Client Side Script yang mana script-script yang dapat dimengerti oleh komputer Client saja (Browser) seperti HTML, JavasScript, DHTML, CSS, dan lain sebagainya.
Web Dinamis merupakan jenis Website dengan interaksi yang terjadi antara pengguna dan server sangat kompleks. Di mana seseorang (Client) dapat mengubah Content dari halaman tertentu dengan menggunakan Browser. Request yang dikirimkan oleh pengguna dapat diproses oleh server untuk kemudian ditampilkan dalam isi yang berbeda-beda menurut alur programnya.
1.2 Web Server
1.2 Web Server
Web server adalah program aplikasi yang memiliki fungsi sebagai tempat menyimpan dokumen-dokumen web. Jadi semua dokumen web baik yang ditulis menggunakan client side scripting maupun server side scripting tersimpan di dalam direktori utama web server (document root).
Beberapa Web Sever yang banyak digunakan di internet antara lain :
1. Apache Web Server (http://www.apache.org)
2. Internet Information Service, IIS (http://www.microsoft.com/iis)
3. Xitami Web Server (http://www.xitami.com)
4. Sun Java System Web Server
(http://www.sun.com/software/products/web_srvr/home_web_srvr.xml)
1.3 Server Side Scripting
Server Side Scripting merupakan sebuah teknologi scripting atau pemrograman web dimana script (program) dikompilasi atau diterjemahkan di server. Dengan server side scripting, memungkinkan untuk menghasilkan halaman web yang dinamis.
Beberapa contoh Server Side Scripting (Programming) :
1. ASP (Active Server Page) (http://www.asp.net/)
2. ColdFusion (http://www.macromedia.com/software/coldfusion)
3. Java Server Pages (http://java.sun.com/products/jsp/)
4. Perl (http://www.perl.org)
5. Phyton (http://www.python.org)
6. PHP (http://www.php.net)
Beberapa keistimewaan PHP antara lain :
- Cepat
- Free
- Mudah dipelajari
- Multi-platform
- Dukungan technical-support
- Banyaknya komunitas PHP
- Aman
1.4 Xampp
Xampp merupakan paket PHP dan MySQL berbasis open source, yang dapat digunakan sebagai tool pembantu pengembangan aplikasi berbasis PHP. Setiap web server memiliki struktur direktori kerja (webroot atau document root) yang berbeda. Direktori ini difungsikan untuk menyimpan seluruh file aplikasi web, termasuk dokumen PHP. Dalam paket xampp yang di instal, tersedia sebuah folder kerja dengan nama htdocs. Untuk mengakses aplikasi web anda dengan mengetik alamat di browser http://localhost/nama-folder, http://127.0.0.1/nama-folder atau menggunakan nomor IP Address komputer anda, contoh: http://192.168.1.3/nama-folder.
1.5 Instalasi Apache , PHP, dan MySQL dengan Memanfaatkan Xampp
Proses instalasi Apache, PHP dan MySQL seringkali menjadi kendala terutama bagi pemula yang baru belajar pemrograman web dengan PHP. Hal tersebut disebabkan karena software tersebut harus diinstall dan dikonfigurasikan satu per satu. Bagi belum mengerti benar, tentu sering mengalami kesulitan, apalagi bagi kita yang belajar secara mandiri.
Namun jangan berkecil hati, saat ini banyak tersedia aplikasi paket yang menyatukan ketiga software tersebut (Apache, PHP dan MySQL) ke dalam satu installer. Proses instalasinya pun dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, hanya perlu next, next, and finish. Beberapa aplikasi paket tersebut antara lain:
1. XAMPP (versi Windows) dan LAMPP (versi Linux) http://www.apachefriends.org
2. WAMP Server http://www.wampserver.com
3. APPServ http://www.appservnetwork.com
4. PHPTriad http://sourceforge.net/projects/phptriad/
Untuk memulai instalasi XAMPP di windows terlebih dahulu anda download Xampp di http://www.apachefriends.org. Anda tinggal mengekstraknya. Untuk contoh di modul ini menggunakan Xampp versi 1.7.3.
1. Klick ganda pada xampp-win32-1.7.3.exe untuk di windows. Akan muncul tampilan
selamat datang xampp seperti gambar berikut.
Gambar 1.1 Tampilan Selamat Datang
2. Pilih folder XAMPP di folder C:\. Kemudian klik Next. Anda akan menjumpai tampilan
proses installasi seperti gambar berikut.
Gambar 1.2 Tampilan Proses Installasi
3. Anda akan menjumpai tampilan penambahan shortcut pada startmenu atau desktop
seperti gambar berikut.
Gambar 1.3 Tampilan Penambahan Shortcuts
Gambar 1.4 Tampilan Paths Pada Xampp
5. Anda akan menjumpai tampilan pembuatan xampp portable seperti gambar berikut.
Gambar 1.5 Tampilan Pembuatan Portable
6. Anda akan menjumpai tampilan XAMPP sudah siap digunakan seperti gambar berikut.
Gambar 1.6 Tampilan XAMPP Sudah Siap Digunakan
7. Anda akan menjumpai tampilan lisensi dari XAMPP seperti gambar berikut.
Gambar 1.7 Tampilan Lisensi XAMPP
8. Anda akan menjumpai tampilan pilihan setup XAMPP 1.7.3 seperti gambar berikut.
Gambar 1.8 Tampilan Pilihan Setup XAMPP
9. Anda akan menjumpai tampilan control panel dari XAMPP seperti gambar berikut.
1.9 Tampilan Control Panel XAMPP
10. Untuk memastikan bahwa XAMPP beserta PHP, Apache dan MySQL berjalan dengan baik, bukalah browser kesayangan anda. Disini menggunakan windows Internet Explorer dan ketikkan URL sebagai berikut: http://localhost Jika semua sudah berjalan dengan baik, maka akan ditampilkan gambar berikut.
1.10 Tampilan Web Browser localhost
Untuk konfigurasi documentroot pada xampp mudah sekali tapi sebelumnya anda harus mengetahui apa itu documentroot. Documentroot merupakan lokasi/folder untuk menyimpan file PHP / web agar bisa dipanggil/dijalankan oleh webserver. Pada contoh ini, lokasi documentroot berada di c:/xampp/htdocs/. Berarti jika anda ingin agar file bisa dijalankan melalui webserver, letakkan file anda di folder tersebut. Akan tetapi lokasi documentroot bisa kita pindahkan ke tempat lain sesuai dengan keinginan. Misalnya saja kita bisa pindahkan ke drive D atau E. Untuk setting webroot / documentroot pada Xampp ikuti langkah-langkah berikut :
1. Buka file C:/xampp/apache/conf/httpd.conf menggunakan notepad
2. Cari kata documentroot di dalam file tersebut.
3. Kita akan menemukan 1 baris sebagai berikut.
4. Ganti c:/xampp/htdocs dengan folder lain sesuai keinginan (catatan : folder harus sudah ada). Di contoh ini saya ingin menggunakan D:/pwl sebagai documentroot.
6. Beberapa baris di bawah settingan tersebut terdapat tulisan, ganti C:/xampp/htdocs dengan D:/pwl
7. Save file tersebut dan buka kembali XAMPP Control Panel. Restart Apache dengan mengklik Stop dan Start kembali. Sekarang semua file PHP harus disimpan di D:/pwl/
1.6 Struktur Dasar PHP
1.6.1 Definisi PHP
Menurut dokumen resmi PHP, PHP merupakan singkatan dari PHP Hypertext Preprocessor. Ia merupakan bahasa berbentuk skrip yang ditempatkan dalam server dan diproses di server. Hasilnya yang dikirimkan ke klien, tempat pemakai menggunakan browser. PHP adalah bahasa server-side scripting yang menyatu dengan HTML untuk membuat halaman web yang dinamik. Maksud dari server-side scripting adalah sintaks dan perintah-perintah yang kita berikan akan sepenuhnya dijalankan di server tetapi disertakan pada dokumen HTML biasa. PHP bersifat bebas dipakai. Anda tidak perlu membayar apapun untuk menggunakan perangkat lunak ini alias free. Anda dapat mendownloadnya melalui situs http://www.php.net. PHP tersedia dalam bentuk kode biner maupun kode sumber yang lengkap.
1.6.2 Mari Mengenal PHP
Tahukah Anda, PHP itu.....
1. Merupakan singkatan recursive dari PHP : Hypertext Prepocessor
2. Pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994.
3. Harus ditulis di antara tag :
a. Standart Style
<?php
echo ”Standart Style”;
?>
b. Short Style
<?
echo”Short Style”;
?>
c. JavaScript Style
<script language =”php”>
echo ”JavaScript Style”;
</script>
d. ASP Style
<%
echo ”ASP Style”;
%>
4. Setiap satu statement (perintah) biasanya diakhiri dengan titik-koma (;)
5. CASE SENSITIVE untuk nama identifier yang dibuat oleh user (berupa variable, konstanta, fungsi dll), namun TIDAK CASE SENSITIVE untuk identifier built-in dari PHP.
Jadi :
- $nama ≠ $Nama ≠ $NAMA
- hitungLuas() ≠ HitungLuas()
- echo = ECHO
- while = WHILE
6. Mudah dipelajari.
1.6.3 Format Penulisan PHP
Ada 2 cara aturan penulisan skrip PHP yaitu:
1. Embedded Script
Dengan cara meletakkan tag PHP diantara tag-tag HTML. Contoh:
<html>
<head>
<title>Embedded Script</title>
</head>
<body>
<?php echo ”Pemrograman Web”; ?>
</body>
</html>
2. Non Embedded Script
Dengan cara meletakkan skrip HTML di dalam skrip PHP. Contoh:
<?php
echo “<html>”;
?>
1.6.4 Sintaks Output PHP
Beberapa macam perintah untuk menampilkan nilai suatu variabel atau mencetaknya ke layar browser yaitu:
1. echo, contohnya:
echo “$data”;
echo $data;
echo “nilai”;
echo $data.”status”;
2. print, contohnya:
print (“$data”);
print ($data);
print (“nilai”);
print ($data.”status”);
3. printf, contohnya :
printf (“%s”,$data);
printf (“%s status, $data);
Perintah echo & print mempunyai fungsi sama, yaitu sama-sama untuk menampilkan barik kode/tulisan ke browser. Perbedaan dari perintah tersebut adalah sebagai berikut:
- echo tidak mengembalikan nilai apapun setelah dijalankan (no return value). Sedangkan print akan mengembalikan nilai true atau false ketika selesai dijalankan berdasarkan sukses tidaknya perintah tsb dijalankan.
- echo lebih cepat 20% prosesnya dari print.
1.6.5 Komentar di PHP
Perintah yang tidak akan dieksekusi di PHP. Penggunaan komentar sangat dianjurkan untuk memberi penjelasan/keterangan pada kode-kode program PHP yang diketikkan dalam sebuah dokumen web. Ada dua cara penggunaan komentar di PHP yaitu :
- Komentar satu baris, menggunakan tanda garis miring double/double slash[//] dan #
- Komentar lebih dari satu baris, menggunakan tanda [/*] dan di akhiri dengan [*/]
1. Ketikan perintah ini pada notepad++ atau dreamweaver.
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Program PHP Pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
//Komentar 1 Baris dan
#lanjut komentar
echo "Hello, Ini Program PHP Pertamaku";
/*
Ini Komentar
Banyak Baris
*/
?>
</body>
</html>
2. Simpan dengan nama hello.php dan letakkan di documentroot komputer Anda. Misal, nama folder anda php.
3. Buka Browser lalu ketikan http://localhost/php/hello.php
4. Lihat hasilnya di browser.
3. Buka Browser lalu ketikan http://localhost/php/hello.php
4. Lihat hasilnya di browser.




















0 komentar:
Posting Komentar