Senin, 18 November 2013

Pemrograman Web Lanjut - 1

1.1  Web Statis dan Web Dinamis

Web Statis merupakan jenis Website yang mana penggunanya tidak bisa merubah kontent dari Web  tersebut secara langsung menggunakan Browser. Interaksi yang terjadi antara pengguna (client) dan  server hanyalah seputar pemrosesan link saja. Jenis Web seperti ini menggunakan Client Side  Script  yang  mana  script-script  yang  dapat dimengerti oleh komputer Client saja (Browser) seperti HTML, JavasScript, DHTML, CSS, dan lain sebagainya. 

Web Dinamis merupakan jenis Website dengan interaksi yang terjadi antara pengguna dan server sangat kompleks. Di mana seseorang (Client) dapat mengubah Content dari halaman tertentu  dengan  menggunakan Browser. Request yang dikirimkan oleh pengguna dapat diproses oleh server untuk  kemudian ditampilkan dalam isi yang berbeda-beda menurut alur programnya.

1.2  Web Server

Web server adalah program aplikasi yang memiliki fungsi sebagai tempat menyimpan dokumen-dokumen web. Jadi semua dokumen web baik yang ditulis menggunakan client side scripting maupun server side scripting tersimpan di dalam direktori utama web server (document root).

Beberapa Web Sever yang banyak digunakan di internet antara lain : 
1.  Apache Web Server (http://www.apache.org)  
2.  Internet Information Service, IIS (http://www.microsoft.com/iis)  
3.  Xitami Web Server (http://www.xitami.com)  
4.  Sun Java System Web Server
(http://www.sun.com/software/products/web_srvr/home_web_srvr.xml)

1.3  Server Side Scripting 

Server Side Scripting merupakan sebuah teknologi scripting atau pemrograman web dimana script  (program) dikompilasi atau diterjemahkan di server. Dengan server side scripting, memungkinkan untuk menghasilkan halaman web yang dinamis.

Beberapa contoh Server Side Scripting (Programming) : 
1.  ASP (Active Server Page) (http://www.asp.net/)
2.  ColdFusion (http://www.macromedia.com/software/coldfusion)   
3.  Java Server Pages (http://java.sun.com/products/jsp/)
4.  Perl (http://www.perl.org)
5.  Phyton (http://www.python.org)
6.  PHP (http://www.php.net)

Beberapa keistimewaan PHP antara lain :  
-  Cepat 
-  Free 
-  Mudah dipelajari 
-  Multi-platform 
-  Dukungan technical-support 
-  Banyaknya komunitas PHP 
-  Aman 

1.4  Xampp

Xampp merupakan paket PHP dan MySQL berbasis open source, yang dapat digunakan sebagai tool pembantu pengembangan aplikasi berbasis PHP. Setiap web server memiliki struktur direktori  kerja  (webroot atau document root) yang berbeda. Direktori ini difungsikan untuk menyimpan seluruh file aplikasi web, termasuk dokumen PHP. Dalam paket xampp yang di instal, tersedia sebuah folder kerja dengan nama htdocs. Untuk mengakses  aplikasi web anda dengan mengetik alamat  di  browser http://localhost/nama-folder, http://127.0.0.1/nama-folder atau menggunakan nomor IP Address komputer anda, contoh: http://192.168.1.3/nama-folder. 

1.5  Instalasi Apache , PHP, dan MySQL dengan Memanfaatkan Xampp

Proses instalasi Apache, PHP dan MySQL seringkali menjadi kendala terutama bagi pemula yang  baru belajar pemrograman web dengan PHP. Hal tersebut disebabkan karena software tersebut  harus  diinstall dan dikonfigurasikan satu per satu. Bagi belum mengerti benar, tentu sering mengalami kesulitan, apalagi bagi kita yang belajar secara mandiri.

Namun jangan berkecil hati, saat ini banyak tersedia aplikasi paket yang menyatukan ketiga  software  tersebut  (Apache, PHP dan MySQL) ke dalam satu installer. Proses instalasinya pun dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, hanya perlu next, next, and finish. Beberapa aplikasi paket tersebut antara lain: 
1.  XAMPP (versi Windows) dan LAMPP (versi Linux) http://www.apachefriends.org  
2.  WAMP Server http://www.wampserver.com 
3.  APPServ http://www.appservnetwork.com
4.  PHPTriad http://sourceforge.net/projects/phptriad/ 

Untuk memulai instalasi XAMPP di windows terlebih dahulu anda download Xampp di  http://www.apachefriends.org. Anda tinggal mengekstraknya. Untuk contoh di modul ini menggunakan Xampp versi 1.7.3.

1.  Klick  ganda  pada  xampp-win32-1.7.3.exe  untuk  di  windows.  Akan  muncul  tampilan
selamat datang xampp seperti gambar berikut.

Gambar 1.1 Tampilan Selamat Datang

2.  Pilih folder XAMPP di folder C:\. Kemudian klik Next. Anda akan menjumpai tampilan
proses installasi seperti gambar berikut.

Gambar 1.2 Tampilan Proses Installasi

3.  Anda  akan  menjumpai  tampilan  penambahan  shortcut  pada  startmenu  atau  desktop
seperti gambar berikut.

Gambar 1.3 Tampilan Penambahan Shortcuts 

4.  Anda akan menjumpai tampilan paths pada xampp, seperti gambar berikut.
 
Gambar 1.4 Tampilan Paths Pada Xampp 

5.  Anda akan menjumpai tampilan pembuatan xampp portable seperti gambar berikut. 

Gambar 1.5 Tampilan Pembuatan Portable

6.  Anda akan menjumpai tampilan XAMPP sudah siap digunakan seperti gambar berikut.
 
Gambar 1.6 Tampilan XAMPP Sudah Siap Digunakan 

7.  Anda akan menjumpai tampilan lisensi dari XAMPP seperti gambar berikut.

Gambar 1.7 Tampilan Lisensi XAMPP 

8.  Anda akan menjumpai tampilan pilihan setup XAMPP 1.7.3 seperti gambar berikut.

Gambar 1.8 Tampilan Pilihan Setup XAMPP

9.  Anda akan menjumpai tampilan control panel dari XAMPP seperti gambar berikut.
1.9 Tampilan Control Panel XAMPP 

10. Untuk  memastikan bahwa XAMPP beserta PHP, Apache dan MySQL berjalan dengan baik, bukalah browser kesayangan anda. Disini menggunakan windows Internet Explorer dan ketikkan URL sebagai berikut: http://localhost Jika semua sudah berjalan dengan baik, maka akan ditampilkan gambar berikut.

1.10 Tampilan Web Browser localhost

Untuk konfigurasi documentroot pada xampp mudah sekali tapi sebelumnya anda harus  mengetahui  apa itu documentroot. Documentroot merupakan lokasi/folder untuk menyimpan file PHP / web  agar bisa dipanggil/dijalankan oleh webserver. Pada contoh ini, lokasi documentroot berada di  c:/xampp/htdocs/. Berarti jika anda ingin agar file bisa dijalankan  melalui  webserver, letakkan  file  anda di folder tersebut. Akan tetapi lokasi documentroot bisa kita pindahkan ke tempat lain sesuai dengan keinginan. Misalnya saja kita bisa pindahkan ke drive D atau E. Untuk setting webroot / documentroot pada Xampp ikuti langkah-langkah berikut :

1.  Buka file C:/xampp/apache/conf/httpd.conf menggunakan notepad 


2.  Cari kata documentroot di dalam file tersebut.


3.  Kita akan menemukan 1 baris sebagai berikut.


4.  Ganti c:/xampp/htdocs dengan folder  lain sesuai keinginan (catatan :  folder harus sudah ada). Di contoh ini saya ingin menggunakan D:/pwl sebagai documentroot.


5.  Ganti 1 baris tersebut menjadi D:/pwl


6.  Beberapa baris di bawah settingan tersebut terdapat tulisan, ganti  C:/xampp/htdocs dengan D:/pwl


7.  Save file tersebut dan buka kembali XAMPP Control Panel. Restart Apache dengan mengklik Stop dan Start kembali. Sekarang semua file PHP harus disimpan di D:/pwl/


1.6  Struktur Dasar PHP 

1.6.1 Definisi PHP 

Menurut dokumen resmi PHP, PHP merupakan singkatan dari PHP  Hypertext Preprocessor. Ia  merupakan bahasa berbentuk skrip yang ditempatkan dalam server dan diproses di server. Hasilnya  yang dikirimkan ke klien, tempat pemakai menggunakan browser. PHP adalah bahasa server-side  scripting yang menyatu dengan HTML untuk membuat halaman web yang dinamik. Maksud dari server-side scripting adalah sintaks dan perintah-perintah yang kita berikan akan sepenuhnya  dijalankan di server tetapi disertakan pada dokumen HTML biasa. PHP bersifat bebas dipakai. Anda tidak perlu membayar apapun untuk menggunakan perangkat lunak ini alias free. Anda dapat  mendownloadnya melalui situs http://www.php.net. PHP tersedia dalam bentuk kode biner maupun  kode sumber yang lengkap.

1.6.2 Mari Mengenal PHP 

Tahukah Anda, PHP itu..... 
1.  Merupakan singkatan recursive dari PHP : Hypertext Prepocessor 
2.  Pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994. 
3.  Harus ditulis di antara tag : 
a.  Standart Style 
  <?php 
       echo ”Standart Style”; 
  ?> 
b.  Short Style 
  <? 
       echo”Short Style”; 
  ?> 
c.  JavaScript Style 
  <script language =”php”> 
        echo ”JavaScript Style”; 
  </script> 
d.  ASP Style 
  <% 
       echo ”ASP Style”; 
  %>

4.  Setiap satu statement (perintah) biasanya diakhiri dengan titik-koma (;)
5.  CASE  SENSITIVE untuk nama identifier yang dibuat oleh user (berupa  variable, konstanta, fungsi dll), namun TIDAK CASE SENSITIVE untuk  identifier built-in dari PHP.
Jadi : 
-  $nama ≠ $Nama ≠ $NAMA
-  hitungLuas() ≠ HitungLuas() 
-  echo = ECHO 
-  while = WHILE

6.  Mudah dipelajari.

1.6.3 Format Penulisan PHP

Ada 2 cara aturan penulisan skrip PHP yaitu:
1.  Embedded Script
Dengan cara meletakkan tag PHP diantara tag-tag HTML. Contoh:

<html>
<head>
<title>Embedded Script</title>
</head>
<body>
            <?php echo ”Pemrograman Web”; ?>
</body>
</html>

2.  Non Embedded Script
Dengan cara meletakkan skrip HTML di dalam skrip PHP. Contoh: 

<?php
  echo “<html>”;
?>


1.6.4 Sintaks Output PHP

Beberapa macam perintah untuk menampilkan nilai suatu variabel atau mencetaknya ke layar browser yaitu:
1.  echo, contohnya:

echo “$data”;
echo $data;
echo “nilai”;
echo $data.”status”;


2.  print, contohnya:

print (“$data”);
print ($data);
print (“nilai”);
print ($data.”status”);

3.  printf, contohnya :

printf (“%s”,$data);
printf (“%s status, $data);

Perintah echo & print mempunyai fungsi sama, yaitu sama-sama untuk menampilkan barik kode/tulisan ke browser. Perbedaan dari perintah tersebut adalah sebagai berikut:
  1. echo  tidak  mengembalikan  nilai  apapun  setelah  dijalankan  (no  return  value). Sedangkan  print  akan  mengembalikan  nilai  true  atau  false  ketika  selesai  dijalankan berdasarkan sukses tidaknya perintah tsb dijalankan.
  2. echo lebih cepat 20% prosesnya dari print.

1.6.5 Komentar di PHP

Perintah yang tidak akan dieksekusi di PHP. Penggunaan komentar sangat dianjurkan untuk  memberi penjelasan/keterangan pada kode-kode program PHP  yang diketikkan dalam sebuah dokumen web. Ada dua cara penggunaan komentar di PHP yaitu :
  • Komentar satu baris, menggunakan tanda garis miring double/double slash[//] dan #
  • Komentar lebih dari satu baris, menggunakan tanda [/*] dan di akhiri dengan [*/] 
1.6.6 Contoh Menampilkan Hello PHP

1.  Ketikan perintah ini pada notepad++ atau dreamweaver.

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Program PHP Pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
//Komentar 1 Baris dan
#lanjut komentar
echo "Hello, Ini Program PHP Pertamaku"; 
/*
Ini Komentar
  Banyak Baris
*/
?>
</body>
</html>
2.  Simpan  dengan  nama  hello.php  dan  letakkan  di  documentroot  komputer  Anda.  Misal,  nama folder anda php.
3.  Buka Browser lalu ketikan http://localhost/php/hello.php
4.  Lihat hasilnya di browser.

0 komentar:

Posting Komentar